Fenomena Dunia Malam Kota Manado
mungkin sulit untuk mengenali mereka namun sebagian besar mahasiswa universitas tersebut sudah paham identitas ‘ayam kampus‘. ‘Mahasiswi plus’ ini bisa dikenali dari cara mereka bergaul.
“Memang ada tapi sulit dibedakan yang mana. Soalnya, hampir semua mahasiswi di sini senang berpakaian yang modis,” ujar salah satu mahasiswa semester II Fakultas Teknik ini.
“Kalau setiap hari di sini pasti tahu. Kita lihatnya dari cara bergaul. Tiap hari mereka itu gonta-ganti teman jalan,” jelasnya.
Fenomena ‘ayam kampus‘ di Manado tak kalah dahsyat dengan kota besar lainnya. Sepak terjang mereka diorganisir secara rapi hingga hampir tak bisa mencirikan mana mahasiswi serius menempuh pendidikan dengan ‘mahasiswi plus’.
Hampir setiap mahasiswa yang ditemui, mereka membenarkan adanya ‘ayam kampus‘ di lingkungan civitas akademiknya.
Keberadaan ‘ayam kampus‘ di lingkungan universitas itu juga dibenarkan oleh beberapa mahasiswi yang menempuh pendidikan di kampus tersebut. “Ada, lumayan banyak,” ujar dua orang mahasiswi semester II Fakultas Hukum.
Keberadaan ‘ayam kampus‘ di lingkungan universitas itu juga dibenarkan oleh beberapa mahasiswi yang menempuh pendidikan di kampus tersebut. “Ada, lumayan banyak,” ujar dua orang mahasiswi semester II Fakultas Hukum.
Rutinitas lain para pemburu rupiah ini cukup rapi. Mereka beroperasi pada waktu malam dan sasarannya adalah om-om berkantong tebal. “Kalau tidak berduit mana mau mereka,” terang mahasiswi berinisial G.
“Kalo seks bebas bukan rahasia lagi. Gimana ya? Sulit mau jelaskan,” kata
G sambil tertawa.








0 komentar:
Posting Komentar