SITUS POKER-DOMINOQQ-BANDARQ-SAKONG TERBAIK DAN TERPERCAYA DI TAHUN 2017 Dengan WINRATE Terbesar 100%
Tampilkan postingan dengan label lokalisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lokalisasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Mei 2017

UNDERWEAR DINNER

UNDERWEAR DINNER



Kehidupan Dunia Malam - Pesta dan pesta. Barangkali, satu kata itu terlalu sering didengar oleh masyarakat perkotaan. Tidak cuma tempat hiburan yang berlomba-lomba menggelar pesta dengan tema yang sangat beragam tapi juga kelompok atau malah perorangan. 


Tak heran, kalau setiap bulan bahkan setiap minggu hampir selalu ada tren baru yang muncul. Salah satunya, pesta yang erat kaitannya dengan tema “orgy” sebagai entertainmentnya.

Ngomong soal pesta, kalau anak gaul bilang: NGGAK ADA MATINYA! Pesta yang satu ini, bagi masyarakat Jakarta, apalagi yang sudah terbiasa dengan budaya hidup malam, sepertinya menjadi sebuah kewajiban. 


Setiap ada yang mau menikah, tak peduli laki atau perempuan, mesti ada pesta lepas lajang sebagai bagian tak terpisahkan sebelum menuju ke pelaminan. Atau kalau ada yang lagi berulang tahun, bukan lagi pemotongan kue yang jadi prosesi utama, tetapi yang lebih penting lagi adalah hiburan penari-penari telanjangnya. Iiiihhh, gila ya?

Saya masih ingat dengan beberapa pesta lajang yang digelar teman-teman karib belakangan ini. Pesta terakhir yang saya ikuti adalah pestanya Vanda—sebut saja begitu, berusia 26 tahun, sahabat perempuan saya, yang sehari-hari mengelola salon dan butik. 

Perempuan berambut blonde ini (yang pasti bukan asli, tetapi dicat) punya gang arisan yang kerap meluangkan waktu dengan nongkrong dan berwindow shopping di mal-mal. 


Seminggu menjelang hari H pernikahannya, Vanda menggelar bachelorette party di sebuah kafe di sekitar Blok M, Jakarta Selatan. Temanya sih sederhana: X-RED PARTY. Tamu undangan yang sebagian besar adalah teman dekatnya harus mengenakan pakaian serba merah sebagai dress code. 

Untuk pestanya itu, Vanda rela membooking kafe tersebut semalam suntuk. SORRY, WE ARE CLOSED 4 PUBLIC! Kira-kira begitulah tulisan singkat yang dipasang di pintu masuk. Jadi, maaf, yang bukan undangan untuk malam ini tidak boleh masuk.





Seven Steps to Heaven

Seven Steps to Heaven



Kehidupan Dunia Malam - Menu seks yang sangat populer di Taiwan, Tujuh langkah menuju petualangan seks yang “llluuuaar biasa”. Seperti apa bentuknya? Bagaimana dengan Jakarta?


Jalan-jalan ke Taiwan, jangan lupa mampir ke Distrik 10. Lirik kiri, lirik kanan. Awas, jangan sampai kebablasan. Apalagi kalau sampai berpetualang mencoba menu Seven Steps to Heaven, bisa-bisa males pulang ke rumah.


Sudah bukan hal aneh, kota-kota besar di belahan dunia, seperti Amsterdam, Camden Town (London), Tashkent (Uzbekistan), Bangkok atau Pusan pasti dipenuhi tempat hiburan yang beraneka ragam, mulai dari diskotek, klub, bar sampai tempat kebugaran, seperti spa, sauna, dan massage.

Di Camden Town, dari sentral kota London menuju ke North London mendekati kawasan Golders Green misalnya, terdapat salah satu klub yang sangat kental dengan aroma seks-nya. Dingwalls, begitulah nama tempatnya. Di situ, setiap tamu yang datang akan dimanjakan oleh pemandangan dan aktivitas yang menggugah fantasi. 


Dinding klub terbuat dari batu, tak ubahnya seperti bangunan kastil zaman dulu. Bangunannya terdiri dari tiga tingkat. Satu tingkat berada di basement yang difasilitasi kamar-kamar berdekorasi gaya Victoria. Yang menakjubkan, segala peralatan di tempat ini serba modern. Di sinilah, segala jenis layanan seksual, dari softcore sampai hardcore sekalipun (misalnya, sadomasochist dan animal fantasy) bisa didapatkan. 

Sementara di bangunan lain—di lantai satu dan dua—terdapat Peanut Club dan Headbanger. Awalnya, tempat ini digunakan untuk kan-dang kuda. Tapi kini disulap menjadi sebuah klub dengan aneka hiburan yang bisa membuat air liur ke luar setiap detiknya.


Setiap saat, puluhan gadis cantik selalu me-nebarkan pesona sensualitasnya. Di Peanut Club misalnya, kebanyakan gadisnya dalam keadaan “naked”. Lantainya dipenuhi kulit kacang. Di beberapa sudut, ada drum besar yang di dalamnya berisikan kacang. Siapa pun boleh memakannya dan membuang kulitnya secara sembarangan. 

Di Headbanger yang musiknya beraliran “metal”, X rated entertainment-nya hanya striptease saja. Untuk setiap tamu yang datang akan diberi-kan “tag”—semacam tanda pengenal. Sekadar mau hang-out atau memang ingin “menikmati” segala layanan seks yang ada di Dingwalls. 

Jika mengenakan tanda pengenal “cuma mau hangout?, jangan coba-coba mengajak kencan gadis yang ada di Dingwalls. Bisa-bisa bukan seks yang didapat tapi malah tamparan di pipi.





Senin, 22 Mei 2017

SEX LOCKEROOM

SEX LOCKEROOM



Kehidupan Dunia Malam - Nama itu spontan ke luar dari mulut David. Pandangan David seperti terhipnosis untuk beberapa saat. Sebuah lampu berwarna kuning menerangi sebuah sofa berbentuk bulat. Seorang gadis bermata sipit duduk dengan anggun di sofa itu. Kakinya menyilang hingga sebagian betis mulusnya terlihat jelas, sementara dua tangan mungilnya bertumpu pada dua pahanya. Gayanya tak kalah dengan model-model yang mengenyam pendidikan attitude.


“Maksud elo Shu Qi yang artis Mandarin itu?” sergah saya coba menebak apa yang ada di kepala David.
“Iya. Elo kan sering nonton film Cina, mestinya tahu dia dong. Gimana sih?” jawab
David, singkat. Sementara, ehm.. .dua mata David menatap lekat, mengamati segala gerak-gerik gadis yang mirip Shu Qi itu.

Well, bisa jadi sih, gadis yang mengenakan baju serba biru itu mirip Shu Qi. Itu lho, salah satu aktris Mandarin yang belakangan sering nongol di layar lebar. Mereka yang doyan nonton film-film Cina, pasti sudah tak asing dengan wajah dan sosok Shu Qi. Tubuh langsing. 

Rambut panjang mengikal. Bentuk hidung dan bibirnya mungil menggemaskan. Lingkaran dada 32 dengan ukuran “cup C”. Alamak, kalau dipikir-pikir, omongan David memang ada benarnya. Is she a pretty girl? Yup, definitely. 

Ya iyalah. Kalau ada cewek yang mirip Shu Qi, pastinya cantik. Penilaian itu terasa sempurna ketika dia berjalan mendekati meja bar. Saya dan David tak menyia-nyiakan kesempatan itu, kami mengamati semua gerak-geriknya. Cewek itu mendekati seorang tamu dan saling memberi kecupan di pipi kiri-kanan. 

Mereka duduk berdekatan, dekat sekali malah. Segelas Long Island terhidang di meja bar. Mereka berbicara dengan wajah berdekatan, nyaris seperti orang yang mau berciuman. Hanya sepuluh menit, lalu si cewek itu pindah lagi ke sofa, bergabung bersama rekan-rekannya.


Beautiful!
“Bukannya elo biasa kelayapan malem, masak nggak pernah ngeliat doi?”
“Ini pasti stok baru. Udah hampir sebulan gue nggak ke sini,” jawab David.
“Namanya Paula, Bos,” kata bartender yang menuangkan minuman ke gelas saya.


Dari gelas kaca yang kembali diisi cairan minuman, bayangan gadis itu terpantul. David mengangkat gelasnya, lalu menenggak isinya sampai kandas seolah Paula pun berada dalam genggamannya.
Oooo… Paula!

Lesbian Show
Namun, saya jadi terheran-heran melihat David begitu terpesona melihat sosok Paula. Why? That’s the biggest question mark on that night, swimming in my head. Padahal, di sofa itu ada sekitar dua belas gadis Mandarin yang duduk berdesakan. 

Rata-rata berwajah cantik dengan dandanan seksi. Bahkan, ada yang cuma membungkus tubuhnya dengan baju tipis tanpa bra. Laki-laki normal, mestinya lebih tertarik dengan gadis yang no bra ini.





Sabtu, 22 April 2017

Situs Terbaik Di tahun 2017 dan Menjadi Pilihan Utama Khususnya INDONESIA dan bebas dari Internet Positif



Kehidupan Dunia Malam - Banyak sekali situs judi online yang beredar di tahun 2016-2017, dan Tahukah anda semua bahwa situs MASTERDOMINO99 masih menjadi pilihan terdepan untuk sebagian kalangan di INDONESIA karena situs MASTERDOMINO99 memberi kan bukti buka janji.



Walaupun situs MASTERDOMINO99 terdengar masih baru tetap sudah bisa menjadikan saingan berat buat situs-situs lainnya yang sudah lama berjalan. Apalagi situs MASTERDOMINO99 mempunyai WINRATE rating terbesar dari situs lainnya. Di mana anda semua bisa menemukan situs yang berani memberikan WINRATE terbesar buat membernya. Tetapi anda bisa menemukannya hanya di MASTERDOMINO99 yang berani memberikan WINRATE dengan 100% kemenangan.

Maka dari itu situs MASTERDOMINO99 berani bersaing dengan situs-situs lain nya. Kami sebagai salah satu agen situs Terbaik dan Terpercaya di Tahun 2017 ini juga mempunyai game Terbaru yang dapat anda mainkan. Pasti anda penasaran dengan game terbaru tersebut
Berikut kami beritahukan nama game yang kami sediakan

- POKER
- ADUQ
- CAPSAH SUSUN
- DOMINOQQ
- BANDARQ
- BANDAR POKER
- dan SAKONG (New Game)


Sakong adalah permainan kartu yang juga menggunakan kartu remi. Di dalam permainanan SAKONG, untuk kartu Jack, Queen dan King, dihitung 10 atau 0, untuk kartu 10 akan dihitung 10 atau 0 sedangkan kartu AS dihitung 1. Kartu tertinggi atau JACKPOT dari permainan SAKONG adalah

1. A A A (3 kartu AS)
2. K K K (3 kartu KING)
3. Q Q Q (3 kartu QUEEN)
4. J J J (3 kartu JACK)
5. 10 10 10 (3 kartu 10)
6. 3 gambar (3 kartu gambar bebas antara JACK, QUEEN dan KING)

Itu lah urutan kartu dari urutan pertama sampai terakhir dan yang di kategorikan dalam JACKPOT. Untuk mendapat kan JACKPOT anda harus membeli terlebih dahulu di kolom JACKPOT seharga Rp 1.000 perputaran. Hanya denga seribu rupiah saja anda sudah bisa mendapatkan ratusan bahkan jutaan rupiah jika beruntung. 


Selain itu kami juga masih menyedikan BONUS CASHBACK dan juga REFERRAL loh.
Berikut detail BONUS yang akan kami bagikan untuk member setia 

MASTERDOMINO99 :

- BONUS CASHBACK sebesar 0.3% di bagikan seminggu sekali
Dapatkan bonus cashback sebesar 0,3% (pembagian setiap hari Senin) dihitung dari total TURNOVER / TARUHAN anda setiap 1 minggu (TANPA syarat minimal TO) . Misalkan total TURNOVER anda dalam seminggu mencapai Rp. 3.000.000 , maka bonus cashback yang anda terima sebesar Rp. 3.000.000 x 0.3% = Rp 9.000 (Bonus yang anda terima). Berapapun TO anda, anda akan tetap mendapatkan bonus cashback!

- BONUS REFERRAL 20% SEUMUR HIDUP...!!!!!
Ajak Sebanyak mungkin teman anda bermain di MASTERDOMINO99 , dan dapatkan komisi menarik dari MASTERDOMINO99 . KOMISI yang akan anda dapatkan adalah sebesar 20% (10%+10%) dari potongan meja 3% di setiap putaran yang di menangkan teman yang anda ajak. 10% langsung masuk saat teman anda bermain dan 10% lagi masuk setiap hari Selasa hasil dari akumulasi selama seminggu. Syarat id referral yang mendapatkan komisi 20% adalah ID TERSEBUT TIDAK BOLEH MEMILIKI TURNOVER / TARUHAN / dengan kata lain tidak boleh dimainkan!! ID REFERRAL HANYA BOLEH MELAKUKAN WITHDRAW dari hasil referral.


Kapan lagi anda bisa mendapatkan bonus SEUMUR HIDUP. Hanya di MASTERDOMINO99. Kami juga memiliki link ALTERNATIF untuk anda semua biar terhindar dari gangguan ataupun internet positive jadi anda bisa bermain dengan nyaman tanpa harus takut terkena internet positive.
link alternatid nya adalah 


Akun resmi kami yaitu WWW.MASTERDOM99.COM , Jadi apa lagi yang anda tunggu.
Segeralah buka akun dan bermain bersama kami dan rasakan Kemenangannya. Hnaya denga 1 ID saja untuk bermain di semua GAME. Kami tunggu kehadiran anda di situs Terdepan dan Terpecaya 2017 MASTERDOM99.COM ok. 







Selasa, 07 Februari 2017

Nude Ladies Nite VIP Casino (3)

Nude Ladies Nite VIP Casino (3)



“Udah pernah ke sana belum? Tempatnya enak banget. Pokoknya ntar lihat  sendiri. Pasti suka,” ujar Lusy ber-promosi. Kali ini, ketiga gadis itu diboking dua pengusaha WNI yang gemar bermain judi kasino di NS. Menurut ketiganya, NS terkenal sebagai kasino elite  yang ada di Jakarta. 


Untuk kelas biasa, pemain mesti membawa uang deposit minimal Rp. 1 juta untuk membeli chip.Sementara kelas VIP, deposit minimal Rp. 5 juta. “Kita sih nggak ikut main. 

Paling-paling kita minta dibeliin koin, entar dituker lagi. Lumayan kan duitnya. Itu belum termasuk uang tips,” jelas Jeny kepada kami. Menurut Jeny, malam itu ia bersama dua rekannya akan menemani tiga “bos” keturunan WNI. “Kata Papi sih, perusahaannya banyak. 


Yang gue denger, yang bernama Pak Liong, punya pabrik rokok dan kertas,” jelas Jeny. Selang lima belas menit, kami tiba di lokasi. Suasana lalu lintas di depan gedung NS tampak ramai. Ratusan mobil parkir rapi. Lalu lintas masih semarak dengan aneka macam mobil yang menderu di jalanan dengan lampu kekuningan.


Begitu memasuki area gedung, kami masuk lift dan memencet angka 4. “Tempatnya ada di lantai empat,” tandas Lusy. Pada saat bersamaan, tiga lekaki bermata sipit ikut naik bersama kami. 

Semenit kemudian, kami keluar dari lift Dan benar saja, suasana gemerlap, hiruk pikuk dan gemuruh celoteh anak manusia menjadi pemandangan yang menyambut kedatangan kami. Jeny segera mengangkat handphone. 

Dari sebuah pintu masuk, tampak lelaki tersenyum pada ketiga gadis itu. “Yuk. Sudah ditunggu,” ujar pria yang dipanggil Jeny dengan sebutan Papi. Dari balik sakunya, Papi mengeluarkan be-berapa puluh chip atau koin sebagai tanda masuk. Kami masing-masing dibekali beberapa chip oleh Jeny. 

Warnanya macam-macam, ada merah, biru, kuning dll. Masing-masing warna tersebut berbeda harganya kalau ditukarkan ke kasir. “Biar bisa masuk. Kalau mau adu nasib, mainin aja,” tandasnya. Kami berpisah dengan Jeny di pintu masuk.


Setelah Jeny bersama Dina dan Lusy menghilang di kerumunan orang yang tengah bermain judi, kami berhenti sejenak. Di depan pintu masuk, beberapa petugas keamaan berbadan tegap tampak siaga. Kami pun tak lama kemudian menyusul masuk ke dalam. 

Kami teringat film God of Gambler dengan bintang Chou Yun Fa. Ya, kira-kira gambarannya tidak beda jauh. Hanya di NS ini lebih semarak karena meja tempat perjudiannya relatif tersebar di tiap sudut. Lampu-lampu menyala terang menyilaukan mata. Dinding semua serba kaca. 

Selama 20 menit kami berputar menyaksikan polah manusia yang mengadu untung di meja kasino. Di area ruangan tengah, kami melihat Jeny, Dina dan Lusy tampak duduk mendampingi ketiga pria bermata sipit di sebuah meja kasino. 


Jeny mengapit pria agak tambun berkacamata, sementara Dina dan Lusy mendamping dua pria berbadan sedang dengan busana rapi. Di dua kursi lain, tampak dua pria yang juga didampingi dua gadis tak kalah cantik. Ah, rupanya di meja itu tengah berlangsung permainan seru. 

Beberapa kali terdengar suara-suara parau, putus asa. Dari tempat kami berdiri, kira-kira 10 meter dari tempat Jeny Cs, kami melihat pria yang diapit Jeny tampak menyodorkan sepuluh chip. Dengan tersenyum, pria itu berbisik mesra ke telinga Jeny. Empat pria lain, melakukan hal yang sama.





BISNIS BASAH “WISATA BIRAHI” BISA MERAUP UANG SEKITAR RP. 21 TRILIUN

BISNIS BASAH “WISATA BIRAHI” BISA MERAUP UANG SEKITAR RP. 21 TRILIUN



Berapa penghasilan pajak dari prostitusi andai kata dikenakan pajak? Ternyata, besar sekali. Bisnis “wisata birahi” yang makin hari makin menggila itu,  bisa meraup uang sekitar Rp 12 triliun. Kok bisa?


21 Industri apa yang tak kenal resesi? Jawabnya: industri seks. Sebenarnya, sebutan industri seks rasanya kok kurang tepat karena secara hukum bisnis berbau lendir ini jelas-jelas ilegal. 

Tapi dalam praktiknya sangat halal. Buktinya, prostitusi ada di mana-mana, dari yang kelas bawah, menengah, sampai atas; dari yang di terminal, stasiun, tempat lokalisasi, motel kelas teri, panti-pijat, sauna, salon, hotel, karaoke sampai klub. 


Saya lebih suka menggunakan istilah bisnis “wisata birahi” untuk memberikan gambaran tentang praktek rekreasi yang ditawarkan sejumlah tempat yang ujung ujungnya bermuara pada transaksi seksual.


Bisnis “wisata birahi” tidak saja menjamur di tiap sudut kota seperti Jakarta, tapi di kota-kota bin, seperti Surabaya, Bandung, Semarang, Batam, Medan dan kota-kota lainnya. 

Jakarta misalnya, punya kawasan Kramat Tunggak yang menjadi kawasan prostitusi kelas bawah. Surabaya sangat populer dengan kawasan Dolly nya yang disinyalir menjadi kawasan prostitusi terbesar di Asia Tenggara.

Yogyakarta ada Sarkem alias Pasar Kembang.Semarang ada kawasan Sunan Kuning. Bandung ada Sarkem, dan di Solo ada kawasan Silir. 

Hampir di setiap kota, entail di tingkat kabupaten sampai propinsi, punya kawasan tersendiri yang dikenal masyarakat umum sebagai tempat prostitusi.





“ONE NITE STAND” GADIS-GADIS MICKEY MOUSE

“ONE NITE STAND” GADIS-GADIS MICKEY MOUSE



Dengan dandanan mini dan seksi, gadis-gadis cantik menjelajah arena judi. Menebar pesona  dengan senyum dan kerling mata menggoda, mencari pria-pria bernasib mujur yang mengeruk untung. Sebutannya, gadis-gadis 
Mickey Mouse! 


Terdengar suara ramai dari sebuah ruangan yang dipenuhi ratusan mesin menyempai “mesin ding dong” yang digemari anak-anak. Bukan sembarang mesin karena layar monitor ternyata tidak bergambar balapan mobil atau trenggiling tengali adu kecepatan. 

Yang tampak di layar monitor ternyata adalah gambar-gambar kartu yang tersusun rapi. Jumlahnya ada tujuh buah. Kartu-kartu inilah yang menjadi jenis permainan dari ratusan mesin yang dipajang secara berjajar dan rapi itu. 


Orang-orang menyebutnya sebagai mesin Mickey Mouse. Entah dari mana sebutan dan istilah itu, tapi jenis mesin judi dengan menggunakan sistem permainan tak berbeda jauh dengan poker” atau “capsah” itu, sudah bertahun-tahun mewarnai malam-malam Jakarta.

Puluhan laki-laki duduk khusyuk sambil tangannya terus memencet tombol dan tak henti memicingkan mata, mengamati kartu demi  kartu. Sejenak saya berkeliling, ternyata tak hanya laki-laki yang tengah asyik mengadu nasib, tapi juga puluhan wanita.


Sistem permainannya pun sederbana. Tiap pemain tinggal membeli kredit yang akan keluar di layar monitor. Uang sebesar Rp 50 ribu berarti mendapatkan kredit point sebesar 500. Pemain tinggal memilih mau bermain di mesin yang mana. 

Ada yang sekali bet Rp 1.000 (di layar monitor keluar angka 10, begitu seterusnya), ada yang Rp 2.000, ada juga yang sekali Rp 5.000, dan ada juga yang mesin dobel, yang nilainya dua kali lipat mesin biasa.


Sesekali terdengar teriakan kencang “siki”, “straight flush” atau “royal flush” di sela-sela bunyi knop mesin dan nada kesal dari sejumlah pemain yang tak kunjung bernasib mujur. Juga ada tawa renyah dan suara manja dari sejumlah wanita cantik yang ikut khusyuk bermain. 

Ketika layar di monitor menunjuk bonus “straight flush”, itu berarti seorang pemain berhasil mendapatkan kartu satu warna dengan angka berurutan. Dan itu berarti pula, pemain berhak mendapatkan sejumlah uang yang nominalnya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 6 juta.


Para waiters dan wasit hilir mudik mengawasi tiap jengkal sudut ruangan. Arena judi berinisial CT yang berlokasi di kawasan Gajah Mada tersebut, saban hari beroperasi selama 24 jam penuh tanpa henti. 

Suasana serupa juga bisa ditemukan di arena judi CP di kawasan Ancol, tepatnya tak jauh dari sebuah hotel berbintang. Malali, di CP terdapat juga kasino dan VIP room untuk para members. 


Tak kalah serunya, arena judi Mickey Mouse berinisial MD, yang terdapat di kawasan Kelapa Gading, tak jauh dari sebuah tempat perbelanjaan besar yang saban hari selalu dipadati pengunjung.

“Judi tak kenal kelamin, pria wanita, boleh main. Biar dilarang sekalipun. Siapa punya duit, punya nyali, tinggal main aja,” ujar seorang teman, Rush, yang bekerja di sebuah perusahaan kargo, yang menggemari judi Mickey Mouse atau biasa juga disingkat MM.





“LOVE HOUSE” GADIS-GADIS KAWANUA

“LOVE HOUSE” GADIS-GADIS KAWANUA



Sebuah apartemen kecil yang dihuni wanita-wanita cantik dari Kawanua. Sementara sang istri tengah menghibur para pria, sang suami asyik berjudi di meja biliar. Usai jam kerja, pasangan suami istri itu pulang bersama ke rumah cintanya.


Di sejumlah tempat hiburan plus yang tersebar di Jakarta yang menyediakan jasa-jasa pelesir cinta sesaat dari striptis, sashimi, sampai full service, sosok gadis-gadis Manado atau populer juga dengan sebutan gadis-gadis Kawanua, menjadi “trademark” tersendiri. Kepopuleran mereka di dunia malam sudah tak asing lagi di telinga.


Bahkan, di beberapa tempat hiburan elit yang “member guest”nya kebanyakan dari kalangan menengah ke atas dari eksekutif muda, mahasiswa berduit, sampai pengusaha, gadis-gadis Kawanua amat mendominasi. 

Sebut saja misalnya karaoke KB yang ada di bilangan jalan Sudirman, karaoke MM di kawasan Tomang, atau karaoke CG di kawasan Mangga Dua. Di tempat-tempat tersebut hampir 90% penari striptisnya adalah gadis-gadis Manado. 

Begitu juga dengan karaoke SS yang ada di kawasan Hayam Wuruk atau di panti plus di diskotek SD, di kawasan Kota. “Mereka adalah kelompok gadis Kawanua yang berani dan hangat,” kata Micky sebut saja begitu, teman yang selama dua tahun terakhir rajin jalan bareng saya untuk melihat dari dekat.


Dalam keremangan bar kecil di bagian depan, ada lebih 20 wanita yang menyediakan diri sebagai teman berkaraoke, tampak lebih berbeda. Perbedaan itu terletak pada sosok fisik dan penampilan mereka. 

Jika di karaoke lain pada umumnya, penampilan wanita karaokenya lebih beragam, di sini tampak kesetaraannya. Sosok tubuhnya bertinggi di alas 160 cm, berusia antara 20-30-an tahun, kulitnya terang dan dandanannya modis: ada yang hanya jeans yang terbuka perutnya, ada yang bergaun malam, ada yang rok mini, tampak lebih “berkelas”. 


Melihat penampilan dan tata cakapnya, mereka berpendidikan paling tidak sekolah menengah alas. Dan yang lebih spesifik, ternyata berasal dari Manado. Ada 12 wanita karaoke yang berasal dari kawasan Kawanua tersebut. Mereka dikelola oleh seorang mami yang juga dari Manado.

“Ya, sebenarnya sih bukan sok kesukuan. Ada juga yang dari Jawa, Sunda, Kalimantan dan Sumatra. Tapi mereka datang ke sini dibawa atau ikut teman atau kenalan sedaerah yang sudah lebih dulu di sini. Jadi, ya kebetulan saja. Saya kan tak bisa menolaknya. Mencari kerja hari gini kan susah,” begitu kilah Mami Jessy, 40 tahun, blasteran Manado-Jawa, mantan wanita karaoke juga.





Minggu, 05 Februari 2017

Sex Sandwich Sashimi Girls

Sex Sandwich Sashimi Girls




Paket cinta plus-plus dari gadis-gadis sashimi untuk para lelaki petualang cinta sesaat. Mengunyah daging sushi di atas tubuh wanita cantik dan seksi tanpa busana. Layanan ‘blue service’ untuk kalangan eksekutif muda.


Paket pelayanan seks yang disuguhkan sejumlah tempat hiburan di kota-kota besar seperti Jakarta, makin hari makin beragam dan tergolong ‘aneh­ aneh’ alias ganjil. Dalam satu kesempatan di pertengahan Februari 2002, saya bersama seorang rekan wartawan yang biasa menggarap infotainment untuk beberapa televisi swasta, menghadiri pesta ulang tahun salah seorang artis terkenal profesinya penyanyi dan pemain sinetron, sebut saja SM, 27 tahun, di salah satu kafe di kawasan Taman Ria Senayan. 


Pesta tersebut sebenarnya tertutup untuk wartawan dan hanya dikhususkan untuk tamu undangan. Tapi, lantaran saya dengan SM cukup akrab dalam kapasitas sebagai teman sepergaulan, saya termasuk yang diundang. Tamu yang datang amat beragam.

Dari kalangan artis, produser sampai eksekutif muda sukses yang notabene’berduit’ dan doyan gaul. Dari sekian esmud tersebut, saya dikenalkan SM dengan salah seorang diantaranya. Namanya, Hans, 32 tahun, bekerja sebagai Account Director di sebuah perusahaan elektronik terkenal made-in Jepang. Sambil menikmati aneka minuman khas yang disuguhkan, kami terlibat percakapan serius. 


Entah dari mana mulainya, tiba-tiba saja kami saling bertukar cerita ihwal kehidupan malam Jakarta. Awalnya hanya cerita soal pergaulan anak­anak malam di kafe, pub atau diskotek. Lama-lama, cerita berkembang seru karena mulai menjamah soal para ladies escort yang menyediakan jasa layanan cinta kilat plus ragam ‘bentuk’ paket pelayanan yang diberikan.

Sebagai laki-laki yang dari sisi finansial tercukupi, Hans termasuk pria yang suka sekali akan hiburan, terutama yang ada di kafe, pub maupun diskotek. Selepas  jam-jam  kerja, ujarnya, biasanya ia selalu menyempatkan diri untuk melepas sejenak di kafe mal sambil menyeruput segelas bir dingin atau red-wine. 

Pada hari-hari tertentu, apalagi hari libur, Hans selalu menyempatkan diri mampir di sejumlah kafe, diskotek atau pub. Kalau tidak begitu, dalam beberapa kesempatan ia mesti menjamu klien dengan membawanya road-show ke beberapa tempat hiburan, dari sifatnya sekedar hura-hura di meja bar sampai yang langsung berhubungan dengan urusan laki-laki punya selera. Ya, apalagi kalau bukan urusan seks.





Jumat, 03 Februari 2017

Bisnis Esek Esek Di Jakarta Tak kenal Krisis

Bisnis Esek Esek Di Jakarta Tak kenal Krisis




Krisis boleh krisis tapi yang nama dunia esek esek tidak termasuk di dalamnya .Pelacur wajah baru kini menyerbu Jakarta baik di tempat pelacuran kelas teri maupun hiburan malam papan atas seperti diskotek, karoke, bar, dan pinta pijat.Mereka datang dari berbagai kota kecil ke Jakarta.


Pelacur wajah baru siap bersaing dengan pemain lama menangguk kocek dari pria ‘hidung belang’. Pendatang baru apalagi yang masih Anak Baru Gede (ABG) sebagai primadona dunia prostitusi karena dianggap sebagai lalapan ijo alias daun muda.

Amel, 18, pelacur baru asal Pemalang, mengaku ke Jakarta pekan lalu karena diajak sepupu yang bernama Mira. Sepupunya menggeluti dunia yang sama lebih dahulu dan sukses. “Saudara saya malah bisa membangun rumah di kampung. Saya kelak juga pengin bangun rumah di kampung,” katanya, malam Minggu.

Perempuan cantik berusia 18 tahun ini, memberkan sebelum berangkat ke Jakarta orangtuanya diberi uang sebesar Rp5 juta dari seorang laki-laki germo teman Mira. “Saya terpaksa menjadi seperti ini, karena bapak di kampung menganggur,” tutur Amel yang mengaku sudah tidak perawan lagi lantaran sudah pernah kawin.

Di Pemalang, Jawa Tengah, ayah Amel biasanya menjadi petani. Tetapi sejak pupuk mahal ayahnya memilih menganggur. “Bapak tahu saya kerja di tempat hiburan panti pijat, tapi ibu tahunya kerja di salon,” ucapnya.


Saat ini ia tinggal di ruko penampungan Mangga Besar, Jakarta Barat, bersama dengan 20 orang cewek yang seprofesi. Ia setiap pukul 21:00 dijemput Panther dan pulang pukul 01.

Jerih payah dari menjajakan cinta, bisa mengantongi uang Rp300 ribu dari dua kali kencan. “Ya sudahlah, kita mau main tidak, kok ngobrol terus,” sambungnya.

TERTARIK KE BATAM

Hingga saat ini wanita pendatang baru yang hijrah ke gemerlap malam megapolitan sebenarnya jumlahnya lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, banyak bos sindikat pemasok wanita penghibur kini lebih tertarik mengirim wanita muda dan cantik ke Batam. 

“Di sana tarif kencan, baik short-time maupun long-time lebih mahal daripada Jakarta,” ujar wanita germo di salah satu pusat hiburan Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta.


Meski demikian, wanita penghibur yang menyemarakkan hiburan malam Jakarta, jumlahnya masih sangat banyak. Dari sejumlah pusat hiburan yang tersebar di kawasan Mangga Besar dan Pangeran Jayakarta saja diperkirakan mencapai ribuan wanita penghibur yang bekerja tetap maupun free-lance. Bila hal ini digabungkan dengan pusat hiburan lainnya seperti Blok M, Kelapa Gading, Kota, Pluit, Tanjung Priok, Kemang, Tubagus Angke, Sunter, dan lainnya, jumlahnya tentu berlipat. Sebagian besar wanita malam ini dapat diajak kencan seks baik di hotel maupun kamar yang disediakan pengelola tempat hiburan.


Jumlah wanita yang bertebaran di lokasi hiburan saat ini jauh lebih besar dibandingkan sebelum memasuki Ramadhan hingga Lebaran. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis hiburan malam yang identik dengan industri esek-esek sudah mulai menggeliat menawarkan jasa pijat plus, pemandu karaoke plus, maupun menemami pria mabuk-mabukan.

LALAPAN IJO

Salah satu pusat hiburan malam yakni di kompleks ruko Jalan Pangeran Jayakarta, terdapat lebih dari seribu wanita penghibur, termasuk kelompok pendatang baru. Ketika memasuki kawasan ini terlihat bisnis prostitusi berkedok usaha panti pijat, sauna, maupun bar.

Di setiap ruko empat lantai terdapat ratusan ABG sampai dengan Setengah Tua (STW) siap melayani kencan seks dengan tarif sekitar Rp250.000.

“Om, mampir sini. Saya punya banyak ‘lalapan ijo’, murah lagi,” bujuk wanita yang dipanggil dengan nama Mami Ana. Yang dimaksud ‘lalapan ijo’ adalah wanita ABG yang masih bau kencur alias bulu jarang (bujar) berasal dari Jawa Tengah atau Jawa Timur. 


Timur. “Kalau pengin lalapan Sunda juga ada, amoy juga silakan. Di sini komplet, tarifnya murah-meriah dibandingkan di Batam,” tambah Mami sambil mempersilakan tamu melihat ruang kaca yang dipenuhi wanita berdandan seksi. Mereka semua tarifnya sama, baik ABG maupun STW,” ujarnya.

Sesaat kemudian mami lainnya juga berdatangan bersaing memasarkan anak buahnya. “Saya punya banyak pendatang baru. Masih muda,” timpalnya sambil menggandeng beberapa anak asuh.

Para germo yang bekerja di satu tempat hiburan pun saling bersaing mendapatkan pelanggan. “Kalau cuma nememin minum juga boleh, mumpung tamu lagi sepi. Asal dikasih uang tips saja,” papar germo berbadan gempal.


Menurut Mami Ana, pendatang baru di Jakarta tidak sebanyak yang dikirim ke Batam. “Bos saya lebih tertarik bisnis barang baru di Batam. Katanya di sana tarifnya lebih dari Rp500.000/jam. Bahkan bisa sampai jutaan rupiah,” ungakpnya.

Selain itu, untuk mengambil ‘anak asuh’ dari daerah, biayanya makin mahal. “Untuk mengambil satu anak yang lumayan bagus butuh biaya sekitar Rp20 juta, antara lain untuk diberikan kepada orangtua, calo, transportasi, pakaian, alat kosmetik, makan, dan penampungan,” ungkap Mami yang sering berhubungan dengan calo besar dari Indramayu dan wilayah Jawa Barat.


Sementara itu, Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Hiburan Indonesia (Aspehindo), Hasanuddin Harahap, mengaku kini bisnis tempat hiburan mulai ramai, meski masih ada sebagian pekerja yang pulang kampung. Usaha yang menjadi mata pencarian ratusan ribu orang ini mulai buka dengan jenis usaha masing-masing seperti diskotek, karaoke, bar, singing hal, pijat kebugaran, dan lainnya.

RAWAMALANG

Seperti halnya di tempat hiburan kelas menengah dan atas, tempat prostitusi kelas teri seperti Rawamalang, Jakarta Utara, juga kebanjiran pelacur wajah baru. Wanita bulu jarang (bujar) datang dari sejumlah daerah dan tinggal bersama dengan mucikari.

“Mas, minumnya di sini saja dan bisa istirahat ditemani barang masih baru,” sapa satu germo berpromosi sambil memanggil wanita muda anak asuhnya, untuk menemani minum-minuman bir. “Tini, ini baru datang kemarin sore dari Cilamaya, Ciasem, Subang.”

Saat menemani kencan, Tini mulai membeberkan seputar kedatangannya di dunia hitam. “Kalau saya, sih, baru datang ke tempat ini karena ingin balas dendam kepada mantan suami,” katanya.

Suami sebelumnya menjadi tukang ojek motor dan meminta izin membuka rumah bordil. “Saya mengizinkan, tapi lama-lama suami saya malah gendakan (pacaran-red) dengan anak buahnya. Makanya untuk membalas dendam, saya terjun menjadi seperti ini,” ucapnya.

Berbeda dengan pengakuan Dede, 24, pelacur asal Haurgelis, Karangsinom, Indramayu. Ia , yang menjadi idola di Rawamalang itu, mengaku datang ke Jakarta karena tempat biasa ia mangkal di kawasan Cilege Indah (CI), Gantar, Losarang, saat ini lagi sepi pengunjung.