Jumat, 09 Desember 2016

PARADISE For Men, Apa Yang Anda Pikirkan???

PARADISE For Men, Apa Yang Anda Pikirkan???


PARADISE for men. What do you think?
Hmmm…
Agak bingung membayangkan isinya seperti apa. Tapi kalau sekadar penggambaran sekilas, barangkali sebutan paradise itu untuk menerangkan betapa segala bentuk kesenangan ada, tersedia dan bisa dinikmati setiap saat. Dan yang pasti, semua serba indah dan begitu menggiurkan.


Menolak atau malah dengan senang hati menerima, kalau tiba-tiba ada tawaran pelesir ke paradise? Silakan pikir-pikir sendiri. 

Tapi sekadar info dan asal tahu saja, “Paradise itu surga kaliii,” ceplos Nino, 28 tahun, ketika kami nongkrong di Coffee Club, Plaza Senayan.

Yup! Sangat mungkin. Nah, tempat hiburan untuk pelesir seks yang pantas disebut paradise itu, di Jakarta jumlahnya bisa dihitung dengan jari. 

Kalau hanya mencari tempat pelesir seks di Jakarta yang buka dari siang sampai malam, pasti bukan pekerjaan sulit. No wonder karena jumlahnya puluhan dan tersebar di mana-mana. Tapi mencari tempat pelesir yang pantas disebut sebagai “paradise for men” berskala internasional, tentu tidak mudah. 


Bukan apa-apa, untuk kategori ini, di Jakarta jumlahnya hanya ada beberapa. Apalagi kalau tempatnya dilengkapi interior yang supermewah tak ubahnya tempat hiburan di Las Vegas. Belum lagi, secara menu, disediakan ragam layanan seks rekresional dengan cewek-cewek impor berstatus model. Wuih.,. kalau yang tipe begini, rasa-rasaya baru ada satu tempat di Jakarta.

Sore itu, lagi enak-enak nonton TV ketika seorang kawan mampir ke apartemen. Entah dari mana idenya, tiba-tiba Nino dengan bersemangat menyebut-nyebut nama sebuah tempat hiburan berinisial AS di Kawasan Ancol yang baru beberapa bulan ini beroperasi. Cowok berwajah keren yang banyak menghabiskan waktunya dengan “dagang mobil” itu, terlihat begitu bersemangat menceritakan segala hal yang ada di kelab AS.


Gaya hidup latah, bisa jadi itu istilahnya. Kecenderungan orang untuk tertarik dengan segala sesuatu yang berbau “baru” dan “berbeda”, apalagi kalau itu menyangkut urusan entertainment. 

Saya tidak terlalu heran kalau sosok seperti Nino, yang memang tak asing dengan dunia malam itu, begitu antusias dan bersemangat membicarakan keistimewaan kelab AS. Setiap kalimat yang ter-ucap, tak lepas dari pujian dan kekaguman.

“Serasa berada di Las Vegas, Bro,” tukasnya.
Saya bukannya tidak tahu soal AS yang belakangan memang lagi marak jadi bahan pembicaraan di kalangan laki-laki petualang dunia “pelesir biologis”. 

Sebulan sebelum AS melakukan soft opening, saya malah sempat diundang untuk “tour” selama beberapa jam. Kebetulan, saya kenal baik dengan salah satu owner-nya. Karena kenal dengan owner, saya jadi dekat dengan beberapa karyawan AS, terutama dengan general manager-nya, Bob, 33 tahun.


0 komentar:

Posting Komentar