Minggu, 11 Desember 2016

Weekend Party Janda-janda Tajir (2)


Weekend Party Janda-janda Tajir (2)


Sebagai janda, mereka punya komunitas tersendiri. Hampir tiap malam, mereka kerap mankir di kafe ZB, di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Mereka reserved tempat yang muat untuk 10-20 orang. Yang datang tidak melulu wanita, tapi beberapa diantaranya pria berumur.


Mereka termasuk tamu eksklusif. Para awak kafe menjadikan mereka tamu istimewa. Sebagai costumer, mereka  termasuk katagori kelompok yang spendmoneydalam jumlah besar. Di kafe ZB itulah, kami mengenal Shinta dan Monica. Keduanya tampak supel, ramah dan enak diajak bicara.

Biasanya, Shinta, Monica dan beberapa gank-nya, sering melewatkan jam-jam sore dengan mangkal di kafe-kafe mal seperti yang terdapat di Plaza Senayan. Kalau tidak  begitu, mereka sering menghabiskan waktu dengan bersantai di salon kecantikan. 

Ya,apalagi kalau tidak untuk ngrumpi tentang segala persoalan sambil merawat diri. Selain itu, mereka juga punya gang arisan bulanan yang diselenggarakan dari kafe ke kafe. Kalau tidak begitu, diadakan di rumah pribadi.

Dari salah satu kelompok janda tersebut kami mengenal dengan baik satu di antaranya, sebut saja Shinta. Dan dalam satu kesempatan di bulan Desember 2001, kami tak menolak ketika Shinta meminta kami untuk mengabadikan pesta ulang tahun Monica yang ke-29. 

Pesta itu digelar di ballroom sebuah hotel berbintang empat, sebut saja hotel GH, di kawasan Jakarta Selatan. Hotel tersebut berada di sebuah kawasan yang di sekelilingnya dijejali aneka restoran yang menjual aneka masakan. 

Dari yang khas Indonesia sampai mancanegara. Tak jauh dari hotel GH terdapat sebuah plaza yang pada tahun 1996 pernah jadi arena lokasi mejeng sejumlah anak-anak gaul Jakarta, sebelum mereka pindah ke Mal Pondok Indah dan Plaza Senayan.


Pada hari yang ditentukan, kami datang ke lokasi. Jam baru menunjuk pukul 19.25 WIB. Dalam undangan disebutkan, pesta baru akan dimulai pada pukul 21.00 WIB. Kami memutuskan untuk melihat-lihat suasana ball-room. 

Letaknya berada di lantai dua.Para awak hotel sibuk men-desain  ruangan. Bunga-bunga beraroma harum, meja makan dan bar mini. Ball-rom seluas dua kali lapangan bola voli itu nyaris kering. 

Yang tampak hanya hamparan permadani warna­warni dengan bias lampu warna kuning keemasan. Lewat setengah jam kemudian, Monica, yang punya hajatan, datang ditemani beberapa karibnya.

Tampak Shinta berjalan di samping. Malam itu, ia mengenakan gaun panjang warna ungu dengan belahan V, sementara Shinta membalut tubuh rampingnya dengan sack-dress hitam selutut. 

Kaki belalangnya menjadi daya tarik tersendiri bagi mata lelaki. Di leher Monica dan Shinta menggelantung untaian kalung mutiara. Tamu-tamu mulai berdatangan. 

Di meja tamu, dua gadis dengan senyum ramah mempersilakan tamu untuk masuk. Di pintu masuk, Monica dan Shinta me-nyambut kedatangan teman-temannya dengan kecupan di pipi kanan dan kiri. Malam itu, mayoritas tamu yang datang wanita berusia di atas 25 tahun. 

Semua mengenakan busana pesta yang serba ‘wah’ dan glamour. Tak heranlah kalau tamu Monica dan Shinta, kebanyakan wanita berduit. Monica sendiri membuka usaha bisnis garmen dan butik merek terkenal dari luar negeri.
Sebelum menjanda, Monica bersuamikan seorang pengusaha minyak. Sedangkan Shinta menjadi direktur di sebuah perusahaan tambang.


Hebat juga. Rupanya, sebelum cerai, suaminya termasuk keluarga pejabat teras di masa Orde Baru. Dari suaminya, Shinta dikaruniai dua orang putra, masing­masing berusia 16 dan 19 tahun. 

Monica sendiri mendapatkan satu putra baru berumur 4 tahun dari perkawinan pertama. Menjelang pukul 21.00 WIB, tamu-tamu mulai memenuhi ruangan ball­room. Pesta digelar ala standing-party. 

Puluhan wanita yang jumlahnya mencapai 40 orang berbaur jadi satu dalam suasana riuh penuh canda. Sekitar 25 pria yang datang, membuat kelompok tersendiri. Pria-pria itu kebanyakan sudah berumur. 

Di antara kerumunan tamu itu tampak beberapa selebritis papan atas. Ada penyanyi muda yang sedang naik daun, sebut saja SN dan seorang aktor sinetron yang punya wajah ganteng dan menjadi idola wanita, sebut saja JT. Pintu ball-room ditutup.

Awal acara dibuka dengan makan dan minum. Bar mini yang dijaga dua staf hotel, tampak sibuk membuat beragam racikan minuman beralkohol. Di sela-sela makan-minum, seorang MC terkenal yang kerap mengisi sebuah acara di satu salah tv swasta, sebut saja Antoni, muncul di kerumunan tamu. 

Anton memanggil beberapa wet-dancers pria-wanita yang hanya mengenakan Gstring tipis. Mereka menari selama kurang lebih 45 menit dengan liukan-liukan maut dan menggoda. 

Tepuk tangan riuh mengiringi aksi para penari. Beberapa pria yang berdiri di deretan depan, sesekali menebar tawa genit dan menggoda. Ada juga yang nekad menirukan tarian tanpa malu-malu. Begitu juga dengan para wanita. Dari tamu wanita yang datang, beberapa diantarnya ikut bergoyang tak kalah gesit.

0 komentar:

Posting Komentar