Minggu, 05 Februari 2017

Sex Sandwich Sashimi Girls

Sex Sandwich Sashimi Girls




Paket cinta plus-plus dari gadis-gadis sashimi untuk para lelaki petualang cinta sesaat. Mengunyah daging sushi di atas tubuh wanita cantik dan seksi tanpa busana. Layanan ‘blue service’ untuk kalangan eksekutif muda.


Paket pelayanan seks yang disuguhkan sejumlah tempat hiburan di kota-kota besar seperti Jakarta, makin hari makin beragam dan tergolong ‘aneh­ aneh’ alias ganjil. Dalam satu kesempatan di pertengahan Februari 2002, saya bersama seorang rekan wartawan yang biasa menggarap infotainment untuk beberapa televisi swasta, menghadiri pesta ulang tahun salah seorang artis terkenal profesinya penyanyi dan pemain sinetron, sebut saja SM, 27 tahun, di salah satu kafe di kawasan Taman Ria Senayan. 


Pesta tersebut sebenarnya tertutup untuk wartawan dan hanya dikhususkan untuk tamu undangan. Tapi, lantaran saya dengan SM cukup akrab dalam kapasitas sebagai teman sepergaulan, saya termasuk yang diundang. Tamu yang datang amat beragam.

Dari kalangan artis, produser sampai eksekutif muda sukses yang notabene’berduit’ dan doyan gaul. Dari sekian esmud tersebut, saya dikenalkan SM dengan salah seorang diantaranya. Namanya, Hans, 32 tahun, bekerja sebagai Account Director di sebuah perusahaan elektronik terkenal made-in Jepang. Sambil menikmati aneka minuman khas yang disuguhkan, kami terlibat percakapan serius. 


Entah dari mana mulainya, tiba-tiba saja kami saling bertukar cerita ihwal kehidupan malam Jakarta. Awalnya hanya cerita soal pergaulan anak­anak malam di kafe, pub atau diskotek. Lama-lama, cerita berkembang seru karena mulai menjamah soal para ladies escort yang menyediakan jasa layanan cinta kilat plus ragam ‘bentuk’ paket pelayanan yang diberikan.

Sebagai laki-laki yang dari sisi finansial tercukupi, Hans termasuk pria yang suka sekali akan hiburan, terutama yang ada di kafe, pub maupun diskotek. Selepas  jam-jam  kerja, ujarnya, biasanya ia selalu menyempatkan diri untuk melepas sejenak di kafe mal sambil menyeruput segelas bir dingin atau red-wine. 

Pada hari-hari tertentu, apalagi hari libur, Hans selalu menyempatkan diri mampir di sejumlah kafe, diskotek atau pub. Kalau tidak begitu, dalam beberapa kesempatan ia mesti menjamu klien dengan membawanya road-show ke beberapa tempat hiburan, dari sifatnya sekedar hura-hura di meja bar sampai yang langsung berhubungan dengan urusan laki-laki punya selera. Ya, apalagi kalau bukan urusan seks.





0 komentar:

Posting Komentar