Private/Sex Party EROTIC NURSES PARTY, GIRLS NO BRA & SEXY BOY DANCERS
Pesta, pesta dan pesta! Ya, kata yang satu ini barangkali sangat familiar di komunitas anakanak “gaul” di kota-kola besar di tanah air, khususnya jakarta. Sebagai biangnya kota metropolitan, saban malam, pesta menjadi aktivitas yang memeriahkan Jakarta. Tidak saja yang berlangsung di sejumlah tempat yang sifatnya pribadi, sebut saja rumah, apartemen atau paviliun, tapi juga di sejumlah tempat hiburan malam seperti kafe atau diskotek.
Namanya juga pesta. Dari hari ke hari, tema yang diangkat selalu berubah-ubah. Ada kale yang menggelar pesta dengan hauya menyuguhkan parade DJ-DJ ternama, ada yang cuma menonjolkan pesta dari sisi busana yang dikenakan seperti red party, man-women in black, wet party, gay party, ladies nite party, bubble party, wild lingerie party dan sebagainya.
Tapi ada juga pesta yang kerap menggunakan penari sebagai simbol dan magnet acara. Malah, di sejumlah tempat hiburan yang sering dijadikan sebagai ajang pesta, para penari atau dancers ini dijadikan sebagai “maskot” untuk menarik pengunjung.
Menariknya, pesta yang digelar di kafe, diskotek, bar, lounge dan sejumlah tempat hiburan sejenis itu, rata-rata mempunyai konsep yang sangat beragam dan dari hari ke hari tren-nya selalu berkembang dan berubah-ubah. Dari sekian pesta yang dikemas dengan konsep “live entertainment”, ada beberapa yang boleh dibilang “nyentrik”, lain dari biasanya.
EROTIC NURSES
Nah, salah satu pesta yang baru-baru ini menyemarakkan malammalam Jakarta, tepatnya sekitar awal Agustus 2003 lalu adalah Erotic Nurses Party, Pesta Perawat-Perawat Seksi! Jangan salah sangka dulu. Yang berpesta bukan para perawat atau suster yang saban hari bekerja di rumah sakit.
Tapi, erotic nurses partyini hanya sebuah tema acara. Jadi, yang berpesta adalali sebagian komunitas “gaul” Jakarta, sementara yang menjadi “suster seksi”-nya adalah para penari yang sudah didandani dengan baju-baju suster.
Bisa dibayangkan ketika malam mulai merangsak ke pukul 01.30 WIB dini hari. Musik mengalun keras. Tamu-tamu sudah memadati tiap sudut ruangan.
Sebagian asyik menenggak alkohol sambil menikmati lantunan musik DJ, ada juga yang heboh berjoget tiap menit. Lalu, di atas bar, muncul tiga “erotic suster” dengan busana kebesarannya, menari dan meliuk-liuk seksi sambil menebar senyum ke arah pengunjung.
Suasana pun makin panas. Untuk sejenak, para tamu memusatkan mata; menikmati sajian tarian “erotic suster”.
Dalam hitungan menit, bajubaju suster itu pun perlahan dilepas satu per satu hingga yang tinggal hanya “baju seksi” yang menutup bagian-bagian terlarang.
Pesta makin panas, seiring banyaknya minuman yang menggelosor terus-menerus masuk kerongkongan.
Ini kali pertama saya menyaksikan pertunjukan “open public” dcngan menu suguhan utama penari tangju.
Yang menarik, tentu saja karena pertunjukan tangjuitu tidak digelar di ruang pribadi, tapi di kafebar yang notabene menjadi ajang clubbing sejumlah anak gaul Jakarta.












0 komentar:
Posting Komentar