Minggu, 15 Januari 2017

“Sex Drive Thru” Dalam Satu Rumah Besar bernomor 20X Menyediakan Cinta Kilat

“Sex Drive Thru” Dalam Satu Rumah Besar bernomor 20X Menyediakan Cinta Kilat


Puluhan gadis seksi siap menerima boking order cinta. Mereka ditempatkan dalam satu rumah besar bernomor 20X.Layanan cinta kilat ala “drive thru” : datang, bayar dan take away!
Suara manja dan canda tawa menyeruak dari ruangan tamu seluas 12 X 12 meter persegi. Lampu menyala terang. Puluhan gadis cantik nan seksi memasang senyum genit menggoda.


Seorang wanita separuh baya berusia sekitar 35 tahun setia mengobral kata pada dua pria berpakaian casual yang duduk sambil menebar pandangan.

Mata mereka terus meneliti dengan seksama. Sekitar dua belas wanita muda dengan pakaian ketat melekat Rata-rata masih muda-muda. Umurnya di atas ratarata 20 sampai 25 tahun.

Sekilas mereka bak peragawati yang mempertontonkan dandanannya. Tapi yang pasti, mereka lebih banyak mempertontonkan tubuh dan sensualitas penggoda karena wanita-wanita seksi itu memang hamba dahaga cinta?

Malam baru saja beranjak dari pukul 20.25 WIB ketika dua tamu itu belum juga memberi keputusan. Nyonya rumah segera menyuruh dua belas gadis tadi untuk bubar.


Berikutnya, dari ruangan dalam yang tertutup kelambu merah menyala muncul sepuluh gadis lain. Mereka seperti gadis gadis sebelumnya. Mengenakan dandanan seksi dan sedikit mencolok. Polesan gincu menghias bibir mereka. Bau harum parfum yang berbeda tercium hangat di hidung. 


Dua tamu itu duduk santai sembari menebar pandangan. Yang satu pria muda berusia 30 tahun mengenakan kemeja hitam dengan sisiran rambut rapi, semen-tara satunya lagi mengenakan busana casual kaos krah dan celana jeans, kira-kira usianya 32 tahun. 

Mata mereka nanar dan rakus seolah mau menerkam dan menelannya. Ya, ampun. Kami risih juga melihat polah laki laki itu. Seperti mau menaksir sapi atau badak. Seorang pelayan menyuguhkan minuman.

Pria berkemeja hitam menunjuk pilihannya. Gadis bergincu merah dengan rambut panjang sebahu dan mengenakan kaos panjang ketat. Sementara pria berbusana casual memilih gadis dengan rok kulit hitam mengkilat dengan rambut di gelung ke atas. 

Dua gadis yang dipilih pamit sebentar mengambil tas. Sang Nyonya sibuk menyelesaikan administrasi. Tak lama kemudian, tamu pria itu membawa dua wanita keluar. Entah kemana, Anda tentu bisa menebak. Rumah 20X! Begitulah para lelaki petualang cinta menyebut rumah penampungan yang berisikan gadis-gadis cantik untuk order cinta. 


Awalnya, gambaran sebagaimana di atas adalah cerita yang kerap menjadi bahan pembicaraan beberapa kawan kami. Obrolan tentang 20X kerap muncul di sela­ sela pembicaraan seputar seks di kalangan pria malam di kafe-kafe. 

Sebenarnya, soal wanita pemburu cinta bukan hal yang baru kalau tidak bisa dibilang basi. Wanita malam pemburu uang itu sebagian bisa ditemui di diskotek, kafe, bar, pub atau lewat perantara yang berkeliaran di antara tamu ­tamu tempat hiburan. Tapi ‘wanita 20X’ tampaknya menjadi pembicaraan hangat lima enam bulan ini. 

“Mereka modis dan cantik lah. Bayar di tempat baru bisa dibawa. Selanjutnya terserah Anda,” ujar seorang teman, Ardian, anak seorang pejabat yang tetap saja gaul dan rajin foya-foya meski usahanya di bidang restoran tidak lagi mengeruk untung.

Rumah Cinta.
Lantaran didorong rasa ingin tahu yang besar, bersama dua esmud yang baru saja menghadiri pesta ulang tahun di sebuah kafe, saya mencoba menelusuri rumah 20X. Dua teman saya, sebut saja Rudy, 28 tahun, dan Andre, 30 tahun, keduanya bekerja satu kantor di PT PTI, sebuah perusahaan ekspor-impor onderdil mobil, tak asing di dunia malam. Bahkan, mereka mengaku pernah ke rumah cinta tersebut.



0 komentar:

Posting Komentar