Kamis, 26 Januari 2017

STRIPTIS “THREESOME” PRIVATE LIVE SHOW

STRIPTIS “THREESOME” PRIVATE LIVE SHOW



Menikmati suguhan tarian striptis tripel ala private live show. Penari tangju pria dan wanita menyuguhkan atraksi erotis tanpa ampun tak ubahnya adegan “three-some” dalam film biru. Hah!


Menu hiburan yang menampilkan atraksi panas dan seronok tampaknya makin menjadi tren di ibu kota. Tidak saja bisa ditemukan di beberapa tempat hiburan seperti karaoke atau klub, hiburan yang bersifat private pun, tersedia. 

Malah, untuk kategori hiburan, yang “private” ini boleh dibilang lebih gokil di luar batas kewajaran. Semua berawal dari scorang teman, sebut saja Jefry, 31 tahun, yang mengundaug kami untuk makan malam di studionya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 
Acara makan malam yang dihadiri beberapa kawan dekat itu berlanjut menjadi ajang pesta kecil-kecilan, untuk mereguk sebuah sensasi hiburan dan rekreasi kesenangan. Sehari-hari, Jefry mengelola usaha di bidang showbiz dan production house.

Malam itu, dia sengaja hanya mengundang beberapa kawan dekat, termasuk saya. Acaranya hanya ngumpul-ngumpul sambil bincang-bincang santai sekalian “having fun” mereguk beberapa minuman beralkohol dan berajojing ringan.


Ada sekitar 18 orang, termasuk saya, ikut memeriahkan pesta makan dan minum yang berlangsung sejak pukul 19.30 WIB itu. Acara itu rupanya sengaja diadakan di malam Sabtu  dan hanya berlangsung sampai pukul 21.30 WIB. 

Tetapi kemudian Jefry sengaja menahan beberapa teman dekatnya agar jangan pulang. Jadi yang tersisa setelah pesta usai, tinggal enam orang, termasuk saya sendiri.

Ajang makan-makan itu tentu saja dilengkapi dengan menu minuman beralkohol.Jefry menyewa dua bartender untuk meracik minuman-minuman spesial. Jefry termasuk doyan minum dan favoritnya adalah cocktail beralkohol, Sex on the beach”.
Ternyata, Jefry yang empunya gawe itu, dari awal memang sudah menyiapkan pesta yang lain dari biasanya. Terus terang, kami dibuat makin penasaran, karena Jefry hanya menyebutnya “surprise party” tanpa menerangkan detailnya.

Padahal saya sudah mengenal Jefry lebih dari dua tahun. Hampir setiap saat selalu berpenampilan trendy dan dari pernikahannya dia sudah dikaruniai dua orang putra.


Acara makan-minum itu terus berjalan dari menit ke menit. Saya masih terlibat pembicaraan bertukar pengalaman dan cerita-cerita seru. Jam sudah menunjuk angka sepuluh levvat. Kelima karib Jefry yang hadir, dua di antaranya adalah wanita. 

Yang satu bernama Lora, 27 tahun dan satunya lagi, Dindy, 25 Tahun. Kedua wanita itu adalah rekanan bisnis Jefry. Dalam beberapa kesempatan, juga sering gaul bareng. Begitu juga dengan ketiga teman laki-laki Jefry yang masih setia menenggak minuman yang tersedia. 
Yang saya ingat, dari ketiga teman Jefry itu dua di antaranya bernama Tio dan Budi. Teman-teman lain Jefry memutuskan pulang dengan berbagai alasan masing-masing. Ada yang pulang dengan alasan ditunggu istri di rumah, ada yang harus menyelesaikan pekerjaan, dan ada juga yang memang sudah berat kebanyakan minum alkohol.


“Udah bosen ya? Mau nonton yang seru-seru dan “saru-saru”, nggak? Ke apartemen gue yuk. Pokoknya pasti seru deh. Dan lo semua pasti demen,” ajak Jefry penuh semangat.

Selain punya rumah di bilangan Tebet yang  dia tempati bersama istrinya, Jefry juga punya apartemen khusus yang biasanya dia pakai untuk istirahat dan bersantai.Biasalah, sering kali pekerjaan memaksa orang untuk rehat; melepaskan stres di kepala.

Kami hanya tertawa sambil bertanya-tanya. Sedari awal, Jefry tak pernah bilang mau bikin kejutan. Makanya, kami masih juga menebaknebak, mengapa mesti pergi ke apartemen Jefry, kenapa tidak di studio saja.

Baca juga : Jejak Model Panggilan Di Dunia Maya (3)







=======================================

0 komentar:

Posting Komentar