Kamis, 26 Januari 2017

“GUYS TROPHY” KLUB ARISAN SEKS

“GUYS TROPHY” KLUB ARISAN SEKS



Klub arisan yang digelar sejumlah wanita sangat lain dari biasanya. Bukan uang yang menjadi target utama, melainkan laki-laki yang menjadi “pialanya”. Terdengar suara riuh memenuhi ruangan. Suara dari puluhau wanita yang tengah bercakap seru.


Berulang-ulang terdengar tawa memecah keriuhan. Suasana yang tergambar layaknya sebuah pesta, meskipun tak ada alunan musik yang mengiringi. Di beberapa sudut, tampak beberapa wanita asyik mencoba barang-barang baru: dari tas, perhiasan, sampai sepatu.


Ini bukan sekumpulan wanita yang tengah menggelar pesta bazar. Puluhan wanita yang mcmadati ruangan itu ternyata salah satu komunitas “ibu-ibu arisan” 15 yang kini tengah menjamur di Jakarta. 

Menarik memang. Di saat bank tumbuh subur bak jamur di musim hujan, ternyata masih banyak kalangan yang memilih arisan sebagai ajang alternatif untuk “mengumpulkan” uang. Padahal, arisan ini boleh dibilang “cara kuno” yang sering dilakukan ibu-ibu kampung.

ARISAN GAUL

Ternyata, di sinilah keunikannya. Banyak wanita di Jakarta yang merasa membutuhkan satu bentuk kegiatan yang menghasilkan. Sejumlah wanita, hampir pasti setiap sore memadati mal-mal untuk sekedar window shopping dan afternoon tea. 


Di sela-sela kegiatan yang sudah pasti “membutuhkan” spend money itulab, banyak yang akhirnya memanfaatkannya dengan membentuk perkumpulan arisan. Lihat saja suasana di sejumlah kafe di mal atau plaza pada bari Jumat atau Sabtu, tidak melulu didominasi oleh wanita-wanita yang tengab menikmati makanan dan berbelanja, tapi sekaligus diselingi aktivitas ibu-ibu arisan yang jumlabnya belasan orang.

Kelompok arisan yang juga populer dengan sebutan “arisan gaul” itu, jumlahnya puluban. Dan anggotanya punya profesi yang beraneka ragam. Ada yang berprofesi sebagai model, artis, pekeria kantoran, ibu rumah tangga, sampai pengusaha. 

Salah satu grup arisan gaul yang populer di Jakarta belakangan ini adalah MF—sebut saja begitu. Perkumpulan arisan yang awalnya dimulai dari kebiasaan sejumlah wanita yang doyan belanja di butik dan menghabiskan waktu berjam-jam di salon itu, kini mempunyai anggota tak kurang dari 200 orang. Pantas saja, kalau suasana kegiatannya tak ubahnya seperti pesta. Baju-baju yang mereka kenakan serba trendydan banyak yang bermerek, brand-minded.











0 komentar:

Posting Komentar