Selasa, 23 Mei 2017

Seven Steps to Heaven

Seven Steps to Heaven



Kehidupan Dunia Malam - Menu seks yang sangat populer di Taiwan, Tujuh langkah menuju petualangan seks yang “llluuuaar biasa”. Seperti apa bentuknya? Bagaimana dengan Jakarta?


Jalan-jalan ke Taiwan, jangan lupa mampir ke Distrik 10. Lirik kiri, lirik kanan. Awas, jangan sampai kebablasan. Apalagi kalau sampai berpetualang mencoba menu Seven Steps to Heaven, bisa-bisa males pulang ke rumah.


Sudah bukan hal aneh, kota-kota besar di belahan dunia, seperti Amsterdam, Camden Town (London), Tashkent (Uzbekistan), Bangkok atau Pusan pasti dipenuhi tempat hiburan yang beraneka ragam, mulai dari diskotek, klub, bar sampai tempat kebugaran, seperti spa, sauna, dan massage.

Di Camden Town, dari sentral kota London menuju ke North London mendekati kawasan Golders Green misalnya, terdapat salah satu klub yang sangat kental dengan aroma seks-nya. Dingwalls, begitulah nama tempatnya. Di situ, setiap tamu yang datang akan dimanjakan oleh pemandangan dan aktivitas yang menggugah fantasi. 


Dinding klub terbuat dari batu, tak ubahnya seperti bangunan kastil zaman dulu. Bangunannya terdiri dari tiga tingkat. Satu tingkat berada di basement yang difasilitasi kamar-kamar berdekorasi gaya Victoria. Yang menakjubkan, segala peralatan di tempat ini serba modern. Di sinilah, segala jenis layanan seksual, dari softcore sampai hardcore sekalipun (misalnya, sadomasochist dan animal fantasy) bisa didapatkan. 

Sementara di bangunan lain—di lantai satu dan dua—terdapat Peanut Club dan Headbanger. Awalnya, tempat ini digunakan untuk kan-dang kuda. Tapi kini disulap menjadi sebuah klub dengan aneka hiburan yang bisa membuat air liur ke luar setiap detiknya.


Setiap saat, puluhan gadis cantik selalu me-nebarkan pesona sensualitasnya. Di Peanut Club misalnya, kebanyakan gadisnya dalam keadaan “naked”. Lantainya dipenuhi kulit kacang. Di beberapa sudut, ada drum besar yang di dalamnya berisikan kacang. Siapa pun boleh memakannya dan membuang kulitnya secara sembarangan. 

Di Headbanger yang musiknya beraliran “metal”, X rated entertainment-nya hanya striptease saja. Untuk setiap tamu yang datang akan diberi-kan “tag”—semacam tanda pengenal. Sekadar mau hang-out atau memang ingin “menikmati” segala layanan seks yang ada di Dingwalls. 

Jika mengenakan tanda pengenal “cuma mau hangout?, jangan coba-coba mengajak kencan gadis yang ada di Dingwalls. Bisa-bisa bukan seks yang didapat tapi malah tamparan di pipi.





0 komentar:

Posting Komentar