Minggu, 29 Januari 2017

PESTA TANGGAL SEPARUH BAJU (Topless Party)

PESTA TANGGAL SEPARUH BAJU 
(Topless Party)



Sebuah pesta digelar di rumah pribadi. Pesertanya dilarang membawa pasangan kencan dan diwajibkan menanggalkan salah satu bajunya. Tinggal pilih: atas atau bawah!


Sore yang cerah. Seperti biasa, usai istirahat, saya bersantai sejenak di teras rumah. Kebetulan hari Minggu. Mau nongkrong di mal, takut terlalu ramai. Mendingan santai di sofa sambil menikmati secangkir teh panas. Hitung-hitung menghemat tenaga, setelah malam Minggunya, saya bersama teman-teman road show ke beberapa kafe-disko trendsetter di Jakarta.


Ada sebuah undangan terbungkus plastik dengan warna merah menyala. Saya pikir pasti ini undangan acara di kafe atau diskotek. Tapi, setelah saya baca, tak tahunya dari Bondan — seorang teman yang pernah beberapa kali mengundang saya ke pesta pribadi.

“Wah, pasti ada yang seru nih kalau Bondan pake undangan segala?” pikir saya. Dan benar saja, di undangan yang ukurannya hanya seperempat kwarto dan ada gambar siluet gadis serta pria “nudies” itu, tertulis tawaran undangan yang menggiurkan.

Inv@private party
Pesta Tanggal Separuh Baju «Topless
Party».
Pilih atas atau bawah? Be a single, find
ur couple!!!
Sabtu//24 Mei 2003, pukul 21.00 WIB
until drop. Jl KTD, Kemang, No. 9XX,
Jakarta Selatan.


Buat saya, penggalan kalimat di atas itu, bukan sembarang undangan. Tapi, undangan pesta pribadi yang pastinya menggoda untuk dikunjungi. Bondan —tentu bukan nama sebenarnya, adalah seorang pria tajir berusia 33 tahun, yang sehari-hari mengelola bisnis penyewaan kapal pesiar dan mempunyai sedikitnya dua resto di Jakarta. 

Ini kali ketiga, Bondan menggelar pesta yang diberi label “Pesta Tanggal Separuh Baju”. Saya masih ingat, ini bukan kali pertama atau kedua, Bondan membuat pesta dengan tema serupa. Sebelumnya, pada taliun 2001 dan 2002, Bondan juga pernah mengadakan pesta yang sama.

Pesta itu digelar untuk memperingati hari ulang tahun salah satu perusahaan Bondan yang sudah memasuki usia 9 taliun dan sclalu mengeruk untung sekaligus menandai usianya yang taliun ini menginjak 34 taliun. Uniknya, buat pria yang memilih membujang meski usianya sudah kepala tiga itu, merayakan ultah dengan ragam pesta yang lain dari biasanya atau boleh dibilang “nyeleneh”, menjadi prioritas sendiri.


“Ini soal selera. Saya bosan dengan pestapesta konvensional. Kalau nggak mabuk atau triping, ya ujung-ujungnya paling menyewa penari striptis. Saya mau yang berbeda dari biasanya,” tukas Bondan dengan nada percaya diri.
Saya kenal Bondan sekitar dua tahunan. Wajahnya cukup familiar di sejumlah tempat hiburan elit di Jakarta, terutama karaoke.


Maklum,bagi pria yang lebih senang membujang dan memilih mengencani “wanita” idamannya tanpa ikatanpernikahan itu, karaoke mempunyai privacy. Paling, hanya sesekali dia pergi clubbing ke kafe atau diskotek. Padahal, rumahnya berada di kawasan yang dijejali puluhan kafe.

“Kalau kebetulan lagi ada acara tertentu, gue baru ‘dugem’ ke kafe trendsetter” kilahnya. Entah sudah berapa kali, saya dan Bondan “jalan” bareng. Yang pasti, dalam sebulan, kalau tidak ke lounge,kami bertemu di mal. Sekedar afternoon tea atau bertukar informasi seputar tren dunia “remang-remang” Jakarta.

TOPLESS PARTY

Makanya, undangan pesta dari Bondan, sayang untuk dilewatkan. Sabtu malam di bulan Mei 2003 itu, sekitar pukul 21.17 WIB, saya menuju kawasan Kemang. Kawasan yang di sepanjang jalannya dipenuhi puluhan kafe dan menjadi hunian para ekspatriat (baca =bule) itu, saban malam tak pernah sepi, apalagi pada malam-malam weekend.

Tak susah mencari rumah Bondan, mesti tidak berada di jalan utama dan sedikit masuk ke dalam. Setelah melaju di sepanjang jalan raya Kemang, tak jauh dari kale DB, saya belok ke kiri. Selang beberapa saat kemudian, saya menemukan bangunan rumah yang rata-rata megah dan mentereng. Setelah melewati dua belokan, saya menemukan rumah Bondan, yang letaknya di bangunan ujung. Begitu di depan pintu, saya merasa seperti mengulang kejadian 1-2 tahun sebelumnya.







0 komentar:

Posting Komentar